Sabtu, 08 Januari 2022

MEMANFAATKAN PERSAINGAN SEBAGAI PELUANG MERAIH KEUNGGULAN EKONOMI BANGSA

Pada materi sebelumnya kalian sudah mempelajari tentang Perdagangan Internasioanl. mengapa setiap negara perlu menjalin kerjasama di bidang perdagangan walaupu negara tersebut sudah menjadi negara maju. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah setiap negara mempunyai suatu keunggulan yaitu keunggulan komparatif ( Comparatif advantage ) dan keunggulan mutlak (absolute advantage).

Keunggulan mutlak adalah keunggulan yang dimiliki suatu negara karena negara tersebut melakukan spesialisasi terhadap barang dan jasa.

Keunggulan komperatif yaitu keunggulan suatu negara atas produk yang dihasilkan dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan negara lain.

  1. Keunggulan Mutlak ( Absolute advantage )

Menurut teori Adam Smith perdagangan antar dua negara terhadap dua jenis barang akan terjadi jika masing - masing negara mempunyai kekuatan dalam memproduksi barang. tertentu.

Keuntungan yang akan diperoleh oleh dua negara tersebut apabila mengimpor barang dengan harga lebih murah daripada memproduksi sendiri. Dengan demikian negara akan memproduksi barang yang mempunyai keunggulan mutlak (absolute advantage) dan mengimpor barang yang mempunyai kerugian mutlak (absolute disadvantage)

Keunggulan mutlak bisa diartikan sebagai keunggulan yang dimiliki suatu negara karena memiliki keistimewaan. Contoh suatu negara mempunyai kekayaan alam dan keahlian penduduk sehingga dapat memproduksi barang tertentu dengan biaya lebih murah dibanding dengan negara lain dengan barang yang sama.

Contoh perhitungan keunggulan mutlak

Contoh berikut merupakan ilustrasi bagaimana keunggulan mutlak bisa berlaku pada perdagangan internasional antara negara Indonesia dan negara Thailan dengan asumsi masing- masing negara menggunakan tenaga dan waktu yang digunakan sama

Mesin/tahun produk makanan/ tahun

Indonesia 100 1.000

Thailand 200 100

Negara Indonesia memproduksi produk pangan lebih banyak dari negara Thailan berarti Indonesia memiliki keunggulan mutlak di bidang pangan. Sebaliknya Thailan memproduksi mesin lebih banyak dari Indonesia, berarti keunggulan mutlak yang dimiliki Thailan adalah mesin

Perdagangan Internasional terjadi apabila Indonesia mengekspor bahan pangan dan mengimpor mesin dari negara Thailan. Dan sebaliknya Thailan mengekspor mesin dan mengimpor bahan pangan dari Indonesia.

2. Keunggulan komperatif ( Comparatif advantage)

Menurut David Ricardo , perdagangan terjadi apabila ada perbedaan keunggulan komperatif. Keunggulan komperatif melengkapi teori keunggulan mutlak.

Keunggulan komperatif menyatakan bahwa suatu negara mampu menghasilkan barang dan jasa lebih banyak dengan biaya murah daripada negara lain.

Contoh Indonesia mampu memproduksi kopi lebih murah, tetapi tidak mampu memproduksi timah seperti halnya malaysia yang bisa memproduksi timah lebih murah. Dalam hal ini Indonesia mempunyai keunggulan komperatif dalam memproduksi kopi dan malaysia mempunyai keunggulan komperatif dalam memproduksi timah.

Supaya keunggulan komperatif dapat meningkatkan standar kehidupan dan pendapatan maka negara tersebut harus melakukan spesialisasi produksi barang atau jasa yang memiliki produktifitas dan efisiensi tinggi.

Contoh perhitungan keunggulan komperatif

Contoh berikut merupakan ilustrasi bagaimana keunggulan komperatif dapat berlaku dalam perdagangan internasional antara negara Indonesia dengan negara Thailand .

Mesin/tahun produk makanan/ tahun

Indonesia 200 1.000

Thailand 50 500

Indonesia mempunyai keunggulan terhadap dua produk baik mesin maupun bahan pangan karena keduanya lebih efisien di produksi di Indonesia di banding negara Thailand. Namun demikian bukan berarti indonesia bisa mengekspor mesin dan bahan pangan ke negara Thailand, ataupun sebaliknya bukan berarti Thailand mengimpor mesin dan bahan pangan dari Indonesia.

Agar tejadi perdagangan internasional yang saling menguntungkan, maka dapat dilakukan dengan komparasi harga atau produk- produk tersebut. Dengan membagi bahan pangan dengan produk mesin. Maka dapat ditulis ulang sebagai berikut:

Mesin/tahun produk makanan/ tahun

Thailand 1 5

Indonesia 1 10

Di Thailand harga 1 mesin sama denga 5 harga bahan pangan sedangkan di Indonesia harga 1 mesin sama dengan 10 harga bahan pangan. jadi harga mesin di Thailand lebih murah dibandingkan Indonesia.

Komparasi berikutnya adalah 5 pahan bahan di Thailand sama dengan 1 mesin artinya 5 bahan pangan dihargai 1 mesin. Sementara di Indonesia 1 mesin dapat 10 bahan pangan. dengan demikian harga bahan pangan di Thailand lebih mahal dibandingkan di Indonesia

Perdagangan Internasional terjadi Thailand mengekspor mesin dan mengimpor bahan pangan, sedangkan Indonesia mengekspor bahan pangan dan mengimpor mesin.

Keunggulan komperatif terjadi apabila mampu menporduksi barang lebih murah dibandingkan negara lain.


Berdasarkan penjelasan tentang keunggulan komperatif dan keunggulan mutlak maka Indonesia memiliki produk unggulan komoditas ekspor yang dapat dijadikan sumber penerimaan devisa negara. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melipah sebagai pemasok komoditas dunia.

Komoditas unggulan yang dapat memberikan kontribusi pada pasar internasional adalah dari angraris (pertanian dan perkebunan) serta ekstratif ( pertambangan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar